Kamis, 16 Desember 2021

Belajar Bisnis Food and Beverage Bareng Sedjuk Bakmi dan Kopi

bisnis food beverage

Hai mak kece, gimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya. Ngomong-ngomong, gimana kabar bisnisnya? Masih jalan atau sudah berhenti? Semoga masih jalan ya. Kali ini Tengu mau ngebahas sedikit ilmu yang didapet dari ngobrol bareng sama bang Igor seorang pelaku bisnis di bidang Food and Beverage.

Bisnis makanan itu banyak tantangannya. Salah satunya sering boncos saat jualan, makanan sering basi dan kebuang sampai punya banyak saingan dan justru bisa menimbulkan persaingan yang enggak sehat.

Ada yang lagi ngalamin juga kah? Usaha tersendat karena berbagai hal. Atau malah lagi direhatkan sejenak karena besar pasak daripada tiang? Kalau begitu, ini saatnya kita bedah bisnis milik bang Igor. Beliau adalah pemilih Sedjuk Bakmi dan Kopi yang sering banget viral karena disebut-sebut sebagai Hidden Gem di wilayah Cinere. Gimana cara bang Igor menjalani bisnis ini sampai punya cabang banyak? Mari kita baca artikel ini sampai tuntas, siapa tau bisa membantu mak Kece yang lagi kesulitan mempertahankan bisnisnya.

Mempertahankan Bisnis Food and Beverage di Tengah Pandemi

Bang Igor sempat menjelaskan kalau di tengah pandemi ini, tentu banyak bisins yang pada akhirnya harus gulung tikar karena enggak mampu buat bayar operasional dan gaji. Sedih memang kalau mendengar berita seperti ini. Tapi, kenyataannya memang setiap bisnis harus punya kemampuan untuk fleksibel dan cepat dalam bertindak agar manuvernya enggak terlalu tajam.

Walaupun bang Igor sendiri mengatakan, bisa saja bisnis itu tutup agar pemiliknya belajar lagi mengenai usaha yang akan dikembangkannya itu. Sama seperti dirinya yang pernah menjalani usaha warung kopi yang kemudian harus tutup karena bangkrut. Kemudian, mencoba kembali konsep sushi ala masakan padang. Walau pada akhirnya pun harus kembali berputar haluan hingga BUM! menjadi kedai Sedjuk Bakmi dan Kopi.

Sebelum kita membahas mengenai konsep dan bagaimana strategi marketing. Bang Igor lebih dulu mengajak kita untuk kembali melihat tujuan kita menjalankan bisnis tersebut untuk apa?

Breakdown Goals Menjadi Pencapaian Jangka Pendek

Kata Bang Igor, kalau kita ditanya apa pencapaian jangka panjang kita? Tentu akan selalu menjawab untuk menjadi usaha yang populer dan tahan lama seperti MCD, Burger King atau seperti Bakmi GM yang sejalan dengan usaha bang Igor Sedjuk Bakmi dan Kopi

Tapi, pencapaian jangka panjang enggak akan pernah terwujud kalau pencapaian jangka pendeknya aja enggak tercapai. Karena itu, bang Igor meminta kita untuk membreakdown alias menurunkan pencapaian menjadi jangka pendek yaitu pencapaian di 5 tahun pertama.

Bagaimana dan apa saja yang sudah harus tercapai di lima tahun pertama usaha kita berjalan. Apakah ingin menambah karyawan? Menambah cabang atau ingin mendekorasi tempat jualan? Apapun itu pencapaian tersebut haruslah sudah terpenuhi mulai dari pencapaian target sampai pencapaian penjualan. 

Jadi, sebelum kita memimpikan hal besar, mari kita mulai dari langkah kecil dengan membuat pencapaian di 5 tahun pertama.

Bekerja Sendiri Atau Bersama Tim?

Hal ini penting banget, sebab banyak orang yang terkadang belum siap untuk usahanya. Begini, karena dari awal konsep Sedjuk Bakmi dan Kopi adalah tempat nongkrong sekaligus makan yang asik. Sehingga, agak kurang oke kalau dikerjakan sendiri. Sehingga bang Igor pun mencari partner yang bisa diajak untuk bekerjasama membesarkan usaha ini.

Menurutnya, bukan hal yang tidak mungkin untuk mengembangkan bisnis sendiri. Tapi, kalau kita punya partner bisnis, semuanya tentu akan lebih mudah. Terutama, kita jadi bisa punya teman untuk bertukar pikiran mengenai perkembangan usaha kita.

Tak hanya itu, bang Igor sendiri langsung menyiapkan struktur organisasi dalam mengelola kedainya. Karena, menurutnya jika kita sudah siap sejak saat awal untuk membesarkan usaha kita sampai sebesar Bakmi GM misalnya, maka sudah harus siap untuk mengetahui bagian-bagian dari kepegawaian serta deskripsi pekerjaan lebih awal. Agar nantinya akan mudah dalam mengembangkan usahanya.

Management Business

Kalau sudah punya tim, seenggaknya ketika kita mau breakdown hal-hal yang berkaitan dengan usaha kita. Tentunya akan lebih mudah. Bang Igor mengakui bahwa mencari partner bisnis itu memang enggak bisa sekali langsung dapat. Bahkan, beliau mengatakan sudah beberapa kali berganti partner bisnis hingga akhirnya menemukan partnernya yang sekarang.

Dari kebersamaan inilah mereka akhirnya mudah dalam membuat konsep yang jelas untuk usaha Sedjuk Bakmi dan Kopi ini. Ketika ditanya konsep bang Igor langsung menjawab pendahuluannya dengan kutipan dari seorang standup comedy.

“Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik” - Pandji Pragiwaksono

1.Konsep Sedjuk Bakmi dan Kopi

Sekarang, mari kita belajar tentang konsep Sedjuk ini ya, mak kece. Jadi, awalnya bang Igor ini bingung mau membuat konsep seperti apa? Kalau diharapkan untuk membuka kembali coffee shop seperti waktu itu pernah ia buat. Jujur, bang Igor mengakui dia menolak banget. Sebab, selama masa-masa usai bangkrut, bang Igor banyak mencari tahu kenapa bisnis coffee shopnya ini bangkrut.

Dari pengalaman dan pencariannya itulah ia akhirnya menolak konsep untuk membuka secara utuh coffee shop seperti orang kebanyakan. Namun, kemudian terbentik ide untuk membuat kedai makanan bakmi. Kenapa? Karena Bang Igor suka banget makan Bakmi.

Dia membuat konsep makan Bakmi dengan minumnya kopi? Ini adalah konsep yang cukup berbeda dari coffee shop and kitchen di Indonesia. Karena, orang sering berpikir kalau abis makan Bakmi itu minumnya es teh manis. Tapi, kenapa bisa justru kopi?

Namun, keunikan inilah yang membuat Sedjuk Bakmi dan Kopi menjadi berbeda. Perbedaan inilah yang akhirnya mengangkat nama Sedjuk hingga viral di sosial media. Apalagi karena konsep tempatnya yang juga unik, sering disebut-sebut sebagai hidden gem di sekitaran Jakarta.

2. Unique Sales Point

Selain konsep paduan makanan dan minuman yang unik. Bang Igor juga mengatakan untuk sajian bakminya juga unik. Dia mengatakan kalau di Indonesia kebanyakan bakmi itu sajiannya seperti mie ayam. Maka Bakmi yang dia sajikan ini ingin sama dengan bakmi ala chinese.

Jadilah bakmi yang disajikan bang Igor, dimana beliau sendiri yang membuat mienya sehingga terasa segar, dipadupadankan dengan kuah kaldu serta daging yang dioven. Membuat bakmi ini benar-benar mirip seperti mie di film-film Cina yang pernah tengu tonton. Konsep Bakmi yang unik inilah yang menjadikan Sedjuk Bakmi dan Kopi mendapat perhatian khusus di berbagai kalangan.

Tak hanya bakminya, bahkan bang Igor juga belajar meramu kopi yang dia sajikan agar berbeda dari kopi yang sudah beredar di pasaran. Dia melakukan banyak riset agar kopi yang dia sajikan berbeda dari tempat kopi lainnya.

Ada satu cerita yang membuat tengu tertegun ketika bang Igor menjawab kenapa membuat semua mie sampai bumbunya sendiri? Itu karena bang Igor tidak mau bergantung pada orang lain. Sehingga, nantinya ketika koki atau tukang masak di kedainya ini keluar, dia tak perlu bingung. Sebab semua bahan dan masakan sampai pengolahan dia yang buat sendiri. Jadi, usahanya tetap berjalan meskipun koki atau tukang masaknya keluar.

3. Strategi Harga

Ini nih poin yang penting dan bisa kita tiru juga. Jadi, bang Igor bilang, kalau misalnya kita membedakan harga pada layanan online lebih mahal dari harga dine in. Maka orang akan berpikir lebih lama untuk membeli produk yang kita jual.

Konsep inilah yang membuat bang Igor menjawab kebutuhan konsumen. Karena, konsumen yang membeli online tentu tidak mendapatkan pengalaman makan di tempat, wifi gratis sampai mungkin live music. Karena itu, harus diberikan pembeda dengan menawarkan harga yang lebih murah dari harga makan di tempat.

Bagaimana caranya? Tentunya dengan perhitungan yang lebih matang. Ditambah kalkulasi harga yang jangan sampai membuat buntung usaha yang kita jalani. Tapi, tetap masuk akal karena kebanyakan masyarakat Indonesia itu senang dengan makanan atau minuman yang banyak dan murah.

4. Siap Mental dan Siap Stok

Maksudnya gimana nih? Ya namanya bisnis memang harus siap semuanya. Tapi, menurut bang Igor ada banyak pengusaha yang udah siap untuk sukses dan bisnisnya viral. Namun, masih belum siap mental dan belum siap stok. Maksudnya gimana?

Saat biasanya di kedai kita biasanya paling banyak pengunjung itu 3 orang misalnya. Atau taruhlah 20 orang. Maka, ketika suatu waktu kita kedatangan 100 pengunjung dalam waktu bersamaan. Maka saat itu pula kita sudah harus siap mental.

Siap mental itu diwujudkan dari persiapan karyawan menyiapkan tempat, mencatat menu sampai menyajikan menu dan jangan sampai salah. Sementara siap stok itu berbentuk semua pesanan jangan sampai ada yang habis sehingga enggak bisa disajikan dengan alasan belum siap karena biasanya hanya 20 orang maksimal yang datang.

Nah, alasan-alasan ini yang harus benar-benar dipersiapkan secara matang agar kita bisa mencapai tujuan untuk sukses. Tentunya, kalau kedatangan 100 pengunjung tiba-tiba ini membuat mereka puas dengan pelayanan kita. Mereka tentu akan datang lagi. Beda kalau pas mereka datang terus pelayanannya enggak memuaskan, banyak salah kirim menu sampai banyak menu yang habis. Alhasil, mereka akan kapok dan enggak mau ke tempat kita lagi.

5. Pencatatan Pembukuan Yang Ketat

Poin pembukuan ini nih yang juga sering dialamin sama banyak pebisnis makanan dan minuman. Penjualan yang meningkat tapi sayangnya justru pendapatannya enggak terlihat. Kemana uang yang didapat dari penjualan tersebut?

Usut punya usut, ternyata banyak juga pencatatan pembukuan yang ada di dapur yang enggak ketat. Dalam artian ketat ini harus semua hal tercatat. Semisalnya ada makanan yang jatuh, sehingga harus dibuang dan enggak bisa dijual. Ini harus masuk catatan sehingga bisa ketahuan berapa banyak makanan yang terbuang entah karena jatuh atau basi.

Juga pencatatan yang jelas semisalnya ada karyawan yang makan nasi serta lauk dari dagangan yang kita jual. Tentunya ini bisa mengurangi stok tapi tidak menambah pemasukan. Karena itu, dicatat dengan sangat ketat karena pengeluaran operasional itu seringnya memang sangat krusial.

Jika memang memungkinkan, pasang juga cctv agar kita bisa memantau kira-kira apa saja yang menjadi penyebab pemasukan berkurang tapi stok juga ikut berkurang. Dari cctv yang bisa dipasang di semua sudut cafe juga bisa membantu kita untuk mengamati pola pengunjung sambil melakukan perbaikan agar mereka lebih betah berada di kafe atau kedai kita.

Cara Membuat Konsep Usaha Food and Beverage

Pada sesi ini, bang Igor menyajikan empat komponen penting yang merupakan penggabungan dari panca indera dengan kebutuhan konsumen. Terutama untuk mak kece yang ingin memperbaiki restoran atau tempat makannya. Atau buat yang ingin membuat tempat makan dalam waktu dekat.

Ada empat komponen yang penting dan harus kita perhatikan di tempat makan yang kita miliki.

  • Mata : saat kita pertama kali datang ke tempat makan atau coffee shop. Apa yang pertama kali kita lihat? Tentunya dekorasi serta penampilan dari tempat tersebut, kan? Tapi, jangan sampai terlalu fokus pada dekorasi saja. Karena, ada hal lain yang harus diperhatikan dari sudut pandang konsumen yaitu toilet yang bersih, meja dan tempat makan yang rapi serta bersih.
  • Hidung : Selain bagaimana kita mempersiapkan tempat yang bersih, rapi sampai enak dipandang. Juga harus diperhatikan agar tempat makan kita ini wanginya enak dan enggak bau. Jangan sampai mengabaikan sumber bau yang mungkin agak samar kita dapati. Soalnya, bisa jadi ini mengganggu konsumen dan membuat pelanggan kabur serta kapok untuk datang lagi ke tempat makan kita.
  • Telinga : Untuk memanjakan pelanggan yang datang. Tentu mereka akan memilih tempat yang sesuai dengan selera mereka. Kalau kita ingin menyajikan konsep tempat makan yang nyaman, maka kita harus usahakan agar tempat makan kita ini jauh dari kebisingan. Atau jika pelanggan butuh tempat makan yang asik dan enak untuk mengobrol, kita bisa menyajikan alunan musik yang sesuai tapi tidak mengganggu mereka yang ingin berbincang di tempat makan.
  • Lidah : Nah, menurut Bang Igor, soal rasa sebenarnya menempati urutan paling terakhir. Karena, rasa ini kan bisa berbeda dari banyak orang. Namun, ketiga faktor di atas justru seringnya menjadi nilai tambah yang cukup besar. Tapi, bukan berarti makanan yang kita sajikan juga enggak enak atau biasa aja. Harus tetap menyajikan makanan yang enak, banyak  serta murah.

Marketing Strategic

Masuk ke pembahasan yang paling banyak diincer orang. Karena, siapa sih yang enggak kepengen usahanya berjalan lancar dan maju, iya kan mak kece? Jadi, mari kita belajar dari mereka yang sukses di bidang usaha ini.

Name

Poin pertama ini penting mengingat banyak orang yang kadang menamakan usahanya dengan nama yang susah disebut dan susah diingat. Bang Igor berpesan agar kita membuat nama usaha ini dengan nama yang mudah diucap dan diingat. Serta menjadi perwujudan seperti apa sih konsep tempat makan kita.

Concept

Balik lagi nih, tadi kita udah belajar mengenai konsep dari Sedjuk Bakmi dan Kopi. Nah, kalau konsep usaha kita mau gimana? Biar enggak bingung, coba dicatat kira-kira target market usaha kita itu usianya berapa sampai berapa? Kemudian, mau menyasar orang-orang dengan pendapatan berapa? Selanjutnya mau engagement atau memperlakukan pelanggan dengan cara seperti apa? Ini sesuai dengan usia pelanggan yang menjadi target market kita. Karena itu harus benar-benar diperhatikan banget target kita ini siapa saja.

How to Engage

Sama seperti pembahasan tadi, bagaimana kita memperlakukan pelanggan. Ini juga masuk ke kanal sosial yang kita jalani. Harus konsisten cara kita memperlakukan pelanggan. Jangan sampai dibedakan antara pelanggan online dengan yang di offline. Begitu juga dengan konsep konten yang disajikan di kanal sosial.

Ada satu nasihat dari bang Igor. Nantinya, ketika kita sudah posting di Instagram kita, tapi sayangnya untuk jumlah like sampai komentarnya sedikit. Maka, jangan pusingkan hal tersebut. Teruslah posting setiap hari sampai Instagram melihat kesungguhan kita menyajikan konten. Karena alogaritma Instagram ini berbeda. Algoritma ini melihat bagaimana keaktifan kita di kanal sosial Instagram. 

Jadi, semangat aja untuk posting setiap hari. Anggap ini adalah pekerjaan kita untuk posting dan posting. Tanpa harus menghitung berapa jumlah like dan komennya. Namun, harus tetap memperhatikan seberapa bagus dan keren konten yang kita sajikan.

Kesimpulan

Yang namanya bisnis makanan dan minuman memang banyak tantangannya. Tapi, menurut bang Igor kalau konsep bisnis kita sudah matang. Semua pasti akan berjalan dengan mudah. Terutama kematangan kita dalam mempekerjakan pegawai. Pesan bang Igor agar kita jangan pernah memelihara karyawan yang melakukan kesalahan fatal. Karena, sekali kita memaafkan maka itu akan membuat karyawan lain menganggap kalau kesalahan tersebut akan gampang dimaafkan dan bisa membuat bisnis kita hancur.

Tak hanya itu, bang Igor juga menekankan kalau marketing yang paling sukses itu sebenarnya marketing yang berasal dari omongan langsung orang yang pernah datang. Karena itu, kita harus bisa menjamu pelanggan kita dengan sangat baik. Sehingga, mereka tidak akan segan untuk menyeritakan lagi ke teman atau kerabat mereka untuk datang ke tempat usaha kita.

Konsep bedah bisnis seperti ini penting banget untuk pelaku usaha makanan dan minuman seperti tengu dan juga mungkin cocok untuk usaha mak kece. Soalnya ada banyak sekali insight yang didapat serta masukan-masukan yang pada akhirnya membuka mata tengu. Sekali lagi, jangan pernah bosan untuk belajar dan belajar biar ilmu kita makin banyak ya, mak kece.

Semoga tulisan tengu ini bisa bermanfaat. Terima kasih sudah membaca tulisan tengu.

Artikel Terkait