Wow! Biaya Pendidikan Anak Jaman Now Bisa Sampai Ratusan Juta!

Biaya Pendidikan Anak. Sebagai orangtua, kita itu berusaha mencari nafkah itu buat apa sih Mak? Biasanya, alasan paling sering itu ya untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta untuk membiayai pendidikan anak, ya kan?


biaya pendidikan
Biaya Pendidikan Generasi Milenial dan Alpha


Meski sebagian orang meyakini bahwa alasan kita bekerja atau mencari nafkah hanya untuk pendidikan anak adalah hal yang kurang tepat. Karena, itu akan membebani anak seolah kehadiran mereka sebagai beban.

Namun, faktanya banyak orangtua yang justru semakin semangat berusaha dan bekerja. Setiap mereka ingat bahwa ada keluarga yang harus dinafkahi dan juga anak yang membutuhkan biaya pendidikan.

Berbicara masalah biaya pendidikan. Saat ini, biaya pendidikan di setiap sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Memang sering bikin meringis ya, Mak.

Semakin berkualitas pendidikan di satu instansi, semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan. Setidaknya, ada harga ada kualitas. Dan sering juga banyak orangtua yang tidak peduli, mau biaya berapapun, akan ditempuh asalkan anak mereka mendapat pendidikan yang baik.


Sekolah Untuk Generasi Milenial Dan Generasi Alpha



Sebagai generasi Milenial dan generasi Alpha, anak-anak kita ini termasuk ke generasi yang membutuhkan sarana untuk berpendapat loh, Ma. Maksudnya apa?

Begini, untuk generasi kelahiran 70 sampai sekitar 95-an. Kita sudah terbiasa dipilihkan sekolah oleh orangtua kita. Betul apa betul?

Memilih sekolah sendiri, sepertinya bukan hal yang lazim ditemui pada masa-masa saat itu. Kecuali, saat hendak beranjak SMA. Beberapa anak ada yang berusaha untuk masuk ke sekolah unggulan atau favorit. Sehingga mereka berupaya agar bisa mendapat nilai yang sempurna supaya bisa masuk sekolah impian.

Perbedaan dengan generasi milenial dan alpha, kita sebagai orangtua justru diminta untuk tidak memaksakan kehendak. Dalam hal ini, pemilihan sekolah harus menyertakan komunikasi yang baik dengan anak.

Dengan komunikasi yang baik, justru bisa membuat sang anak betah dan akan berusaha lebih optimal untuk belajar dan berinteraksi dengan teman-temannya.


biaya pendidikan


Anak Ikut Merencanakan



Setiap orangtua pasti punya rencana, ingin anak seperti ini dan itu. Misalnya, Ibu Mala ingin anaknya belajar toleransi. Sehingga dirinya punya cita-cita anaknya bisa masuk sekolah negeri. Biar bisa berbaur dengan semua ras dan agama.

Namun, sebagai generasi milenial atau alpha, anaknya bu Mala ini juga punya keinginan. Ia sudah punya rancangan masa depannya sendiri. Meski dalam bentuk yang sangat sederhana.

Komunikasi antara Ibu Mala dan anaknya inilah yang terjadi saat merencanakan sekolah. Keduanya menyampaikan impian dan cita-cita serta maksud dari keinginan tersebut. Kemudian, mencari bersama-sama sekolah yang sesuai dengan cita-cita sang Ibu serta yang membuat anaknya nyaman.

Bentuk komunikasi seperti inilah yang disarankan agar anak-anak masa kini punya andil untuk kehidupan mereka. Anak ikut merencanakan masa depan mereka. Sementara orangtua tetap punya andil untuk membimbing dan mengarahkan.

Sehingga, kita sebagai orangtua masih tetap punya andil dalam perencanaan masa depan mereka. Jangan sampai kita justru lepas tangan atau bahkan melarang mereka menyampaikan apa yang sudah mereka rencanakan.



Persiapkan Masa Depan Anak



Setelah negosiasi dan komunikasi terhadap perencanaan tempat sekolah. Yang akan kita hadapi selanjutnya adalah biaya. 

Ujung-ujungnya duit.

Memang benar, Mak. Kita enggak bisa membohongi apalagi mengabaikan masalah biaya pendidikan. Apalagi, pendidikan masa kini tuh memang cukup mahal.

Meskipun masuk ke sekolah negeri. Tetap saja ada banyak langkah yang harus dilalui karena pembatasan jumlah murid dengan sistem zonasi.

Kalau nantinya anak kita bisa masuk sekolah negeri. Mungkin kita akan bersyukur karena tidak ada biaya sekolah alias gratis. Meski, masih akan melewati momen-momen ketika enggak kebagian buku maka harus bersedia fotocopy atau mencari bukunya sendiri di luar.

Memilih sekolah swasta juga sering dijadikan pilihan untuk orangtua yang anaknya tidak bisa masuk ke sekolah negeri. Atau justru memang dari awal sudah diniatkan sekolah swasta.

Nah, biasanya sekolah swasta ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Semakin berkualitas sekolah tersebut, semakin tinggi biayanya.

Dengan tingginya biaya sekolah bahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Membuat banyak pakar keuangan dan psikolog anak. Mengajak orangtua untuk melek finansial.

Perencanaan pendidikan sudah harus dijalankan justru sebelum anak-anak masuk sekolah. 

Kalau terlambat apakah masih bisa?

Jawabannya, bisa. Namun, harus tetap diukur dan disesuaikan dengan jumlah pendidikan hingga beberapa tahun ke depan.

Begini, semisalnya Mak Kece baru akan menyiapkan tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan untuk anak, ketika anaknya sudah masuk Sekolah Dasar. Tentu biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk perencanaan saat SMP, SMA dan Kuliah akan berbeda.

Mak Kece bisa menyiapkan anggaran untuk sekolah SMP anak sebesar Rp 15 juta misalnya. Kemudian SMA 25 juta, terus anggaran untuk kuliah sebesar Rp 70 juta.

Maka besaran biaya perbulan untuk dicicil, baik itu dalam bentuk tabungan pendidikan, asuransi pendidikan atau investasi dalam bentuk lain. Harus disesuaikan dengan rencana anggaran.

Biar apa? Biar nanti saat mereka sudah menjalani pendidikan hingga ke jenjang berikutnya. Mak Kece sudah tidak khawatir lagi karena sudah dipersiapkan anggaran pendidikannya.



Setiap Anak Ada Rezekinya



Ada yang pusing habis lihat angka berjuta-juta hanya untuk biaya pendidikan? Tenang Mak Kece. Namanya juga pendidikan pasti ada biayanya. Belum membicarakan masalah anggaran kesehatan, hehe.

Tapi, buat Mak Kece yang langsung nyut-nyutan kepalanya saking bingungnya mau ngapain untuk perencanaan sekolah anak. Harus diingat lagi, ya.

Setiap Anak Punya Rezekinya Masing-masing.

Kalau saat ini Mak Kece belum punya anggaran yang besar untuk sekolah anak. Karena kondisinya, hanya bisa menyediakan kebutuhan hari ini saja. 

Pesan Tengu, teruslah berusaha dan berdoa ya, Mak. Apapun itu, pasti bisa selama kita berusaha dan mengusahakan serta mengupayakan semua doa kita dengan ikhtiar.

Pusing dan nyut-nyutan kepala pas lihat tagihan pendidikan anak. Itu hal wajar, asalkan kita harus langsung semangat untuk mencari jalan keluar agar pendidikan anak tidak sampai tersendat.

Yang penting, kita bisa terus maksimal untuk berupaya agar anak-anak kita bisa sekolah. Juga jangan sampai lupa untuk terus belajar meyakini, “Allah selalu menepati janji. Dan Allah udah kasih semua anak kita dengan rezeki masing-masing.



Penutup


Banyak anak banyak rezeki itu nyata kok, Mak. Maksudnya, bahwa anak-anak yang diberikan pada kita. Punya rezeki yang sudah ditentukan.

Rezeki keluarga dengan satu anak dengan keluarga yang punya lima anak. Tentunya beda. 

Tapi, jika Mak Kece dan keluarga punya cita-cita dan impian yang tinggi. Kemudian, punya kemampuan secara finansial. 

Sudah semestinya juga untuk mempersiapkan sejak dini. Biar nantinya Mak Kece enggak khawatir saat beranjak tua atau ada hal yang tak diinginkan terjadi. Namun, pendidikan anak-anak tetap lancar tanpa ada gangguan.



Nah, pendidikan seperti apa sih yang diharapkan ada di sekolah anak-anak? Kalau Tengu, memilih sekolah yang menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang bagus.

Comments

Bismillah, semoga kami selalu diberi kesehatan untuk semangat menyekolahkan anak-anak di sekolah yang terbaik :)
Memang mahal sih, anak saya aja sekolah di sekolah yang nggak bonafid-bonafid banget, tapi spp dan daftar ulangnya uwow juga buat kami :)
Enny Ratnawati said…
Biaya sekolah memang bikin galau. tapi bismillah saja lah, semoga dimudahkan, itu aja doa saya selalu
semoga anak2 jd org sukses dunia dan lebih penting lagi di akhirat kelak. inshaAllah ya mak. harapan kita semua
Admin said…
Bener banget, Mak. Rasanya memang udah kewajiban kita memberikan yang terbaik untuk anak-anak, ya.
Admin said…
Bismillah semoga kita dimampukan ya, Mak. Biar ga pusing dan semangat nyari nafkah untuk mereka.