Ads 720 x 90

Jasa Ulas Produk

Sambut Ramadan Dengan Kolang kaling Yang Sumbernya Dari Hutan

kolang kaling
Kolang kaling si Buah Aren Kaya Akan Gizi



Kolang kaling Dari Hutan. Sebentar lagi mau puasa Ramadan. Mak Kece udah bayar utang puasa belum?

Ayo, mak. Buruan dibayar. Jangan ditunda lagi. Biar enggak keburu masuk bulan Ramadan.

Ngomong-ngomong bulan Ramadan. Selain puasa, terus lebaran, ada lagi nih Mak yang identik sama bulan puasa.


Kolang kaling.


Bener enggak? Iya dong. Kolang kaling selalu berlimpah persediaannya selama bulan puasa. Bisa dibuat beragam macam aneka makanan.

Mulai dari kolak sampai manisan kolang kaling pun oke. Apalagi kalau disantap sambil buka puasa bareng keluarga ya, mak.

Tapi, ada juga yang bilang, kalau Kolang kaling ini ternyata bisa untuk mencegah kanker usus, loh!

Sebelumnya, kita cek dulu sejarah asal usul Kolang kaling itu dari mana sih?



Kolang kaling Itu Dari Pohon Aren


kolang kaling aren
Sumber : beritagar



Ternyata, Kolang kaling itu merupakan buahnya pohon aren. Dan pohon aren ini tumbuh lebat menjadi hutan yang kaya akan sumber pangan.

Dari yang sering kita dengar dan ketahui, kalau pohon aren itu menghasilkan nira yang bisa dijadikan gula aren yang sering kita olah untuk kolak kan, Mak?

Nah, buahnya pohon aren inilah si Kolang kaling yang ternyata eh ternyata merupakan isian dari kolak.

Wah, duet maut ternyata, ya. Pohon aren sendiri, dari daun, batang sampai buahnya itu punya banyak manfaat, Mak.

Daunnya biasa digunakan untuk membuat sapu ijuk atau atap rumah di pedesaan.

Buahnya, kita sudah tahu, ya. Bisa dikupas dan di ambil bagian dagingnya yang merupakan si kolang kaling ini.

Sementara nira yang berasal dari tandan bunga jantannya. Bisa dijadikan olahan seperti gula merah yang sering kita konsumsi.

Gula merah aja, udah banyak manfaatnya ya, Mak. Sebagai gula pengganti yang aman untuk penderita Diabetes Melitus.

Ternyata oh ternyata, Mak, si Kolang kaling juga punya banyak manfaat!

Meski sebenarnya untuk mendapatkan buah kolang kaling ini dibutuhkan proses yang panjang.



Transformasi Buah Aren Menjadi Kolang kaling



petani kolang kaling
Sumber : Garut News


Jadi, kolang kaling ini merupakan buah pohon aren. Dia berada di dalam buah aren, terlindungi dengan kulit yang cukup tebal dan bergetah.

Getah buah aren ini, jika sampai terkena kulit. Bisa menyebabkan rasa gatal yang hebat. Itulah kenapa dibutuhkan pengetahuan yang cukup untuk mengolahnya.

Biasanya buah aren akan dipetik satu tangkai dalam kondisi setengah matang. Di satu tangkai tersebut terdiri dari banyak buah aren.

Setelah dipetik tangkainya. Petani Kolang kaling akan memisahkan buah-buah tersebut dari tangkainya.

Setelah itu, buah aren akan dibakar terlebih dahulu atau direbus. Agar getah dari buah aren ini hilang.

Kalau sudah selesai dibakar atau direbus. Buah aren tersebut akan dianginkan biar tidak terlalu panas.


kolang kaling petani
sumber : metro semarang



Kemudian, buah aren akan dikupas kulitnya untuk diambil bagian dalamnya, yaitu si Kolang kaling ini.

Kolang kaling yang diambil setengah matang, bentuknya masih agak keras. Untuk proses selanjutnya, Kolang kaling ini akan dipipihkan dengan menggunakan alu.

Kalau sudah pipih, bisa dilanjut ke proses berikutnya yaitu direndam di air kapur selama 2 sampai 3 hari.

Proses untuk sampai ke tangan Mak Kece ternyata cukup panjang, ya.


Manfaat Kolang kaling Untuk Tubuh



kandungan kolang kaling
kandungan kolang kaling



Tau enggak Mak, kalau Kolang kaling bisa mencegah kanker usus. Terus bisa menurunkan berat badan?

Penelitian mengenai Kolang kaling ini masih berlanjut, Mak. Tapi, kandungan dari Kolang kaling ini sudah diteliti dan diketahui hasilnya.

Dari penelitian Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara, ditemukan bahwa Kolang kaling mengandung Vitamin C, Pati, Serat dan Zat besi.

Mantap kan, Mak. Apalagi kalau struktur si Kolang kaling ini lunak. Konon ya, Mak. Semakin matang si Kolang kaling ini. Maka semakin tinggi kandungan Vitamin C-nya.

Dikutip dari penelitian Julianto pada tahun 2014, kadar Vitamin C dalam kolang kaling matang bisa mencapai 162.04 Mg/100g, loh.

Sementara kadar Patinya mencapai 53.1%. Dan Seratnya 97.4%.

Serat yang ada dalam kandungan si kolang kaling inilah yang bermanfaat untuk melancarkan proses buang air besar dan menurunkan kolesterol.

Terus ya, Mak. Si kolang kaling ini juga punya kandungan kalsium yang cukup tinggi, loh.

Sudah pernah dengar kan, kalau kolang kaling ini obat alternatif penderita osteoporosis. Bahkan, dijadikan sumber kalsium alternatif pengganti susu.


Makanan Kaya Akan Gizi Tapi Susah Dicari


walhi
organisasi non profit Walhi



Meskipun si Kolang kaling ini punya banyak gizi. Faktanya, hutan tempat pohon aren ini tumbuh udah mulai menipis, Mak.

Banyak lahan yang sebelumnya merupakan sumber mata pencaharian penderes nira dan petani aren, kini berubah menjadi rumah-rumah untuk hunian.

Sedih kan, ya. Karena itu, ada satu organisasi lingkungan hidup non-profit terbesar di indonesia yang mau menangani masalah keterbatasan lahan hutan ini.

Namanya WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang banyak membantu para petani untuk bisa memaksimalkan sumber makanan dari hutan.

Organisasi ini mengajak para Mama Kece untuk ikut menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan hutan. Biar apa? Biar hutan tempat sumber makanan bergizi tidak musnah.

Tak hanya itu, Mak Kece. Kalau hutan tetap terjaga, maka oksigen di alam terbuka enggak akan menipis dari hari ke hari.

Walhi juga turut serta bantu mengoptimalkan dan membantu petani mengembangkan ekonomi berbasis pertanian.

Dengan bantuan dari tim Walhi, maka sumber daya di hutan pun tidak akan dieksploitasi berlebihan. Harus ada yang bantu mengawasi proses pengelolaan hutan juga.

Kan kalau hutan di Indonesia semakin banyak. Jadi kesempatan si kolang kaling untuk mudah dicari semakin besar.

Kita juga jadi mudah mengonsumsi buah aren yang tinggi serat dan vitamin C ini. Biar enggak obesitas terus kolesterol pun kabur.



Gimana Mak? Udah dapet pedagang kolang kaling buat bekal nanti pas bikin menu buka puasa belum?

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter