Rabu, 30 Maret 2022

Cara Donasi Online yang Aman

donasi online aman

Mak kece ada yang ingin declutter barang di rumah kah? Punya banyak baju layak pakai tapi bingung mau dikemanain? Banyak peralatan dapur tapi jarang dipakai dan nggak tahu mau dibuang atau diapain? Ada kasur, lemari sampai kursi yang masih bagus tapi kok cuma ngendon di gudang dan nggak tau harus di taruh mana?

Yang pasti ya, mak. Semua barang yang masih ngangkrak di rumah dan masih layak atau setengah layak, jangan sampai dibuang ya. Biar enggak menuh-menuhin tempat sampah. Dan pastinya sih, biar tetap bisa bermanfaat. Karena sisa-sisa enggak selalu sia-sia, begitu katanya.


Kenapa Harus Menyisihkan Barang Layak Pakai?

Baiklah sebelumnya, tentu setiap rumah punya peraturan masing-masing yang berlaku. Setiap individu juga punya kebutuhan dan keinginan yang diterapkan dalam hidup. Tapi, ada satu yang mungkin bisa dijadikan persamaan, yaitu keinginan untuk mengurangi sedikit jumlah barang yang ada di rumah.

Kadang, barang yang menumpuk dan jarang digunakan di rumah itu enggak selalu karena beli aja. Bisa jadi, barang tersebut adalah barang peninggalan atau pemberian yang enggak mungkin ditolak. 

Pada akhirnya, barang-barang tersebut ada yang memang digunakan sehari-hari tapi banyak juga yang akhirnya jarang dipakai atau enggak pernah dipakai sama sekali.

Biar enggak menumpuk, alhasil kita akan sisihkan dan pisahkan barang tersebut ke tempat penyimpanan. Namun, bisa jadi justru barang-barang ini seolah beranak-pinak. Bertambah dari bulan ke bulan hingga membuat kita bingung mau diapain dan dikemanakan barang ini?

Jika sudah sampai di tahap menyerah dan rela untuk didonasikan. Lebih baik, kirim barang tersebut yang masih layak untuk digunakan. Biar lebih bermanfaat. Dan tentunya, enggak menambah jumlah sampah di TPA.

cara donasi online

Donasi Barang Daftar Online Dijemput Langsung

Barang yang kita tumpuk di rumah dan sudah ada niat untuk didonasikan. Bisa langsung didaftarkan ke lembaga khusus yang mengurus donasi barang ini. Namanya yaa itu DONASI BARANG.

Ini adalah layanan penerimaan, penjemputan dan penyaluran kembali barang yang kita donasikan ke orang yang membutuhkan.

Peralatan masak atau dapur yang kita donasikan. Akan berguna bagi UMKM yang mungkin sedang membutuhkan perlengkapan memasak demi menunjang bisnis mereka.

Baju-baju layak pakai yang mungkin sudah kekecilan. Masih bisa berguna dan bermanfaat bagi mereka yang tidak pernah merasakan membeli baju ganti padahal baju mereka sudah tak layak pakai.

Demikian pula buku-buku, peralatan elektronik lain yang sedikit rusak tapi masih bisa diperbaiki. Semua masih bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Dan tim DONASI BARANG sudah memiliki tempat, lokasi sampai orang-orang yang mengantri menunggu barang donasi dari kita. Jadi, tunggu apa lagi? Donasikan saja barang di rumah ke tim layanan DONASI BARANG.


Cara Donasi Online di DONASI BARANG

  • Untuk Mak Kece yang ingin menyegerakan mengirim atau minta dijemput barang yang ingin didonasikan. Ada baiknya untuk cek terlebih dahulu di Instagram @DONASIBARANG.

  • Cek terlebih dahulu, apakah barang yang ingin didonasikan diterima atau tidak oleh tim. Sekaligus, bisa menanyakan proses pengiriman atau penjemputan barang yang ingin didonasikan.

  • Layanan DONASI BARANG ini berlokasi di Bekasi. Satu kota dengan tengu, jadi saat mengirimkan donasi kemarin masih bisa menggunakan layanan jemput donasi secara gratis.


Namun, jangan sedih kalau area jangkauannya enggak tercover oleh tim Donasi Barang. Sebab, mak kece masih bisa mengirimkan barang donasinya melalui layanan pengiriman yang tersedia di dekat tempat tinggal mak kece.


Pengalaman Pribadi Menyalurkan Donasi Pakaian Ke Donasi Barang

Bulan Ramadhan kemarin, akhirnya mewujudkan keinginan untuk menyalurkan donasi berupa pakaian. Jadi, sebenarnya pakaian-pakaian layak pakai yang tengu kirimkan ke Donasi Barang ini sudah lama dipisahkan.

Tapi, sempat terjeda cukup lama karena masih galau. Apakah lebih baik didonasikan atau dilungsurkan saja ke saudara yang mau? Kegalauan ini akhirnya berujung keputusan penyaluran donasi sebab jawaban dari banyak sanak saudara. Intinya mereka pun tengah bingung karena pakaian di rumah juga masih banyak dan banyak pula yang tak terpakai tapi masih layak.

Alhasil, justru dari niat ingin melungsurkan pakaian. Malah berbalik ikut mengumpulkan pakaian biar disalurkan bareng. Dan setelah dipilah kembali mana yang masih layak pakai dan mana yang sudah tidak layak pakai. Akhirnya keinginan tersebut terwujud.

Awalnya, setelah melakukan konfirmasi, penjadwalan penjemputan barang sudah ditentukan. Namun, mengingat bulan puasa sering dapat undangan bukber. Jadilah tengu meminta izin untuk membatalkan penjemputan tapi langsung tengu antar ke lokasi kantor Donasi Barang.

Justru dengan diantar langsung atau dikirim melalui logistik terdekat. Ini memudahkan tim Donasi Barang. Sebab, armada penjemputan mereka masih terbatas. Jadi biar enggak nunggu kelamaan, akhirnya pilihan mengantar langsung justru lebih baik.

Setelah diantar ke tempatnya yang lokasinya berada di daerah cikunir, Bekasi. Ada rasa lega yang membuat tengu terharu. Sebab, tim Donasi Barang benar-benar menerima dengan antusias sehingga membuat donatur merasa bahagia.


Tak Berhenti Mendonasikan Barang Yang Layak Pakai

Walaupun di rumah sudah enggak ada lagi barang yang mau didonasikan. Tapi, di rumah peninggalan bapak dan ibu tengu yang sudah wafat. Masih ada banyak barang perlengkapan dapur yang menumpuk.

Nah, misi tengu selanjutnya adalah memilah dan memilih barang yang akan didonasikan. Biar tetap bermanfaat dan tentunya dengan niat agar barang tersebut bisa meringankan hisab kedua orangtua tengu. Serta menjadikan barang tersebut bisa menjadi amalan jariyah yang mengalir buat keduanya. Aamiin.

Buat mak kece yang punya banyak barang dan ingin didonasikan. Coba deh cek ke Instagram @donasibarang. Siapa tau bisa dibantu untuk disalurkan sehingga barang tersebut enggak sekadar menumpuk di rumah.

Sebab, sisa-sisa tak selalu sia-sia. Demikian motto dari layanan Donasi Barang. Maasya allah tabarakallah. Barakallahu Fiikum.



Artikel Terkait